Hari Lingkungan Hidup

Meski sudah lewat satu hari, Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia!

Tulisan di bawah diterjemahkan-dengan-adaptasi dari penjelasan mengenai tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini di website resmi UNEP. Temanya menarik. Sederhana, sehingga bisa dilakukan oleh semua orang; tapi bisa memiliki dampak yang besar jika kemudian dilakukan oleh banyak orang.

Tema tahun ini, Think. Eat. Save. Reduce Your Foodprint. Sebuah ajakan untuk “think before you eat and help save our environment.” Berpikir bijak sebelum memilih makanan yang akan kita konsumsi, demi membantu menyelamatkan lingkungan.

Selaras dengan tema United Nations Environment Programme (UNEP) di atas, Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia merilis tema, Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan.

Menurut FAO, setiap tahunnya 1,3 miliar ton makanan terbuang. Ini setara dengan jumlah makanan yang diproduksi di seluruh sub-Sahara Afrika. Padahal, 1 dari setiap 7 orang di dunia tidur dalam keadaan lapar, dan lebih dari 20.000 anak di bawah usia 5 tahun meninggal setiap harinya karena kelaparan.

Dengan tema ini, UNEP mengajak kita untuk lebih peduli akan dampak lingkungan yang timbul akibat pilihan jenis makanan yang kita buat, sehingga bisa melakukan pilihan dengan lebih bijak. Tema sederhana ini mengajak semua orang untuk sama-sama ikut berpartisipasi menyelamatkan bumi, dengan tindakan sederhana yang bisa dilakukan dari rumah masing-masing.

Mengurangi limbah makanan, juga berarti menghemat uang, meminimalkan dampak lingkungan dalam proses produksi pangan, dan proses produksi pangan pun menjadi lebih efisien.

Jika makanan terbuang, berarti semua sumber daya dan input yang digunakan dalam produksi makanan juga ikut hilang. Diantaranya, pupuk untuk menanamnya, air dan bahan bakar dalam proses produksi dan transportasinya. Belum lagi gas buang hasil samping proses produksi dan transportasinya.

Fakta saat ini, produksi pangan global menempati 25% dari seluruh lahan layak huni di bumi, menggunakan 70% dari total konsumsi air di bumi, penyumbang 80% kerusakan hutan dan penyumbang 30% dari total emisi gas rumah kaca.

Oleh karena itu, buatlah pilihan konsumsi makanan yang memiliki dampak lingkungan rendah. Seperti makanan organik yang tidak menggunakan bahan kimia dalam proses produksinya. Makanan lokal yang tidak memerlukan perjalanan panjang dalam proses distribusinya sehingga tidak memboroskan bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang.

So think before you eat and help save our environment!
Pikirkan sebelum Anda makan dan bantu selamatkan lingkungan!


Tautan:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s