Green Deen: Islam dan Lingkungan Hidup

green deen cover

“Deen” means belief, creed, path or way in Arabic. Christianity is a Deen. Judaism is a Deen. Buddhism is a Deen. A “Green Deen” is the choice to practice your religion while affirming the synergies between faith and the environment. – GreenDeenBook.com

Agama dalam bahasa Arab disebut “ad-Din”, artinya kepercayaan, keyakinan, jalan atau cara. Kristen adalah agama, Yahudi adalah agama, begitu juga Budha. Gerakan “agama hijau” adalah pilihan untuk menjalankan keyakinan agama kita, sambil berusaha membangun kesadaran tentang adanya keterkaitan erat antara ajaran agama dan pemeliharaan lingkungan. (Terjemahan bebas versi saya.)

~

Dalam perjalanan pada libur Desember 2012 lalu, seorang Bapak yang duduk dua bangku di depan saya di bis, memegang buku dengan sampul berwarna hijau bergambar bulan-bintang. Dari jauh saya membaca judulnya Green Deen, Agama Hijau. Pikir saya, agama baru? Atau.. aliran baru? Didorong rasa ingin tahu, saya lalu meminjamnya. Tulisan di sampul luar di bawah judulnya berbunyi,

“Bumi adalah masjid,” tutur Nabi; selain berarti kita boleh mengerjakan shalat di tempat mana pun yang bersih dan suci, ada pesan tersirat untuk memelihara alam. Dekat dengan Tuhan, ramah dengan lingkungan, dan saling menjaga satu sama lain di planet kita.

Saya suka sekali membaca kalimat itu.

Saya lihat daftar isinya dan saya buka-buka. Menarik! Isinya membahas hubungan pemeliharaan lingkungan dengan agama, Islam khususnya sesuai agama penulisnya. Yang bikin beda, pembahasannya riil dan aktual, tentang hal-hal dalam keseharian kehidupan kita dan permasalahan lingkungan terkini. 

Judul lengkapnya Green Deen: Inspirasi Islam dalam Menjaga dan Mengelola Alam, diterjemahkan dari Green Deen: What Islam Teaches About Protecting the Planetoleh penerbit Zaman. Penulisnya, Ibrahim Abdul-Matin, seorang aktivis lingkungan dan konsultan lingkungan. Profilnya bisa dilihat di sini.

Berhubung waktu itu sebentar lagi mau turun, saya tidak sempat melihat-lihat isinya lebih banyak. Akhirnya, saya mengambil jalan pintas. Saya memotret daftar isi dan resume isi buku untuk dibaca nanti. Dan ini hasilnya. Ini hasil jerih payah untuk tidak bergoyang-goyang di bis. :) 

Menarik? Kalau menurut saya, sangat menarik. Karena saya sendiri belum pernah menemukan buku yang membahas masalah lingkungan yang dikaitkan dengan agama Islam secara langsung, sekaligus praktis dan mutakhir (memuat perkembangan terbaru).

Di buku ini, penulis menyoroti empat masalah pokok dalam kehidupan: limbah, energi (listrik), air dan makanan. Meski penulisnya berbicara dalam konteks agama Islam sesuai agama yang dianutnya, namun di webnya dikatakan bahwa gerakan agama hijau ini adalah ajakan kepada semua orang tanpa memandang keyakinan agamanya, seperti saya kutip di atas. 

Coba buka websitenya GreenDeenBook.com, di pojok kanan atas ada page berjudul Green. Jika diklik, disitu ada pilihan langkah yang disarankan untuk mendukung dan membangun gerakan agama hijau ini. Kita bisa memilih mana yang paling nyaman untuk dilakukan. 

Saya sendiri jadi membayangkan, atau berkhayal.. mungkin ada bagusnya kalau khutbah atau pengajian majelis ta’lim diisi juga dengan pembicaraan seputar tema lingkungan. Yang ringan dan praktis saja. Saya jadi ingat kemarin baca tulisan bagus tentang prinsip pendidikan di Gontor, bisa dibaca di sini. Dikatakan bahwa motto pendidikan di Gontor antara lain: “Komposisi pelajaran di pondok adalah 100% agama dan 100% umum.” Tidak ada dikotomi ilmu umum dan agama. Tidak ada pembedaan. Yang ada keadilan. Keseimbangan. (Saya suka.)

Yang saya tahu, pengajian-pengajian sekarang lebih banyak membahas masalah tata cara ibadah ritual, pahala dan dosa, atau surga dan neraka. Menurut hemat saya, pembahasan masalah lingkungan adalah juga salah satu upaya untuk menjadikan nyata peran kita sebagai khalifah atau “wakil” Tuhan di bumi. Karena, kita hidup saling bergantung dengan alam tempat kita hidup (QS 2 : 22). Ada hubungan timbal balik yang erat antara manusia dan alam dengan segala isinya. Dan mau tidak mau, segala kegiatan hidup kita memiliki dampak terhadap lingkungan. Sehingga, we are all responsible for protecting the planet, kata Ibrahim Abdul-Matin. Sebagai penghuni bumi ini, kita semua bertanggung jawab untuk melindungi planet tempat kita tinggal ini.

Sembari mengembalikan fungsi masjid dan makna majelis ilmu yang katanya semakin hari mengalami penyempitan. Seperti kutipan favorit saya di buku Negeri 5 Menara (masih seputaran Gontor nih): “Kami tidak membedakan agama dan non agama. Semuanya satu dan semuanya berhubungan. Agama langsung dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari. Agama adalah oksigen, dia ada di mana-mana.

“Kita harus mulai mendidik diri kita—dan orang di sekitar kita, untuk menyadari adanya masalah (lingkungan) ini dan bersama-sama mencari solusinya. Semua yang merasa menjadi penduduk bumi, ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan planet tempat tinggal kita ini,” demikian kata Ibrahim Abdul-Matin di webnya.

Dan ini, kewajiban kita, karena Tuhan sendiri yang sudah berkenan menetapkan manusia sebagai wakil-Nya di bumi. Menitipkan amanah pemeliharaan itu kepada kita. Dan kita manusia, sudah menerimanya.

Mari sama-sama mencari cara sederhana masing-masing untuk menjalankan amanah ini. Sehingga, tugas memelihara lingkungan bukan menjadi tanggung jawab para aktivis lingkungan saja.

Tapi, untuk kita yang awam ilmu lingkungan, bagaimana caranya?

Saya sendiri, belajar dari website yang logonya ada di pojok kanan atas blog saya ini. Lihat gak? Hehe. Iya, AkuInginHijau.org, yang slogan blognya berbunyi, Hal-hal kecil yang dapat mengubah dan melestarikan lingkungan Indonesia tercinta. Jadi, mulai dari hal kecil! :) Banyak tips ringan dan praktis di situ. Dan ini beberapa web/blog lain yang saya tahu:

  • Biopori.com – Resapkan air hujan menjadi air tanah (rahmat)
  • Blog Sampah –  Catatan perjalanan belajar mengolah sampah
  • Diet Kantong Plastik (Website & Facebook) – Gerakan nasional untuk lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik
  • GoBlue.or.id – Konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkait
  • Jakarta Berkebun (FB) – One little step to make Indonesia greener, healthier and happier
  • YPBB Bandung (FB) – Pola hidup selaras dengan alam, untuk mencapai kualitas hidup yang baik dan berkelanjutan.

Meski sudah lewat dua hari, Selamat Hari Bumi!

5 thoughts on “Green Deen: Islam dan Lingkungan Hidup

  1. Pingback: Islam dan Lingkungan Hidup | -..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s