Pendidikan Terbuka di Internet

Pernah membayangkan keadaan ini… Belajar gratis dari universitas terkemuka dunia, diajar langsung oleh para profesor kelas dunia; belajar apapun yang kita minati, atas nama kesenangan #eaa, atas nama keinginan belajar; dari rumah. Nah, itu yang sedang saya alami sekarang sodara-sodara, tepatnya di Coursera. Terima kasih Coursera.

Pada Agustus 2010, di konferensi Techonomy, Bill Gates pernah mengatakan,

“Five years from now on the web for free you’ll be able to find the best lectures in the world. It will be better than any single university.”

Tulisan di bawah adalah sedikit pengantar sebelum saya cerita tentang pengalaman kuliah online di Coursera.

~

Education is a right, not a privilege. Pendidikan adalah hak dasar semua orang. Meskipun kita tahu, pada praktiknya ia menjadi hak istimewa bagi sebagian orang saja. Sebagian orang yang memiliki sarana—salah satunya yang paling penting, faktor biaya—untuk mendapatkannya. Di negara kita, biaya masuk perguruan tinggi melambung tinggi sejak diberlakukannya UU Badan Hukum Pendidikan. Meski sudah dibatalkan, namun biaya kuliah sudah terlanjur mahal. Semakin jauhlah pendidikan tinggi dari jangkauan.

Namun demikian, kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi telah menghasilkan perubahan besar di berbagai bidang, termasuk dalam bidang pendidikan. Di era teknologi informasi seperti sekarang, ruang dan waktu bukan lagi kendala. Kita bisa menyaksikan suatu peristiwa yang sedang berlangsung di belahan dunia lain, pada saat itu juga, real-time. Dunia seolah dilipat—meminjam istilah yang menjadi judul bukunya Yasraf Amir Piliang, jarak dan waktu menjadi lebih pendek. Kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat aktivitas hidup manusia semakin efektif dan efisien.

Terkait hal ini, salah satu inovasi di bidang pendidikan adalah berkembangnya platform pendidikan jarak jauh dan terbuka seperti Open Course Ware.

Open Course Ware

Open Course Ware adalah sistem publikasi gratis berbagai materi kuliah dari berbagai universitas, melalui internet. Gerakan ini dimulai pada 1999 oleh University of Tübingen, Jerman. Diikuti oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada 2002. Kemudian diikuti oleh puluhan universitas lain dari berbagai negara. Daftar anggota Open Course Ware Consortium bisa dilihat di sini.

Prinsip Open Course Ware adalah terbukanya akses terhadap berbagai mata kuliah secara gratis, bagi siapa saja, dimana saja, melalui internet. Tidak perlu mendaftar untuk mengaksesnya, karena tidak ada sertifikat yang ditawarkan dan tidak ada akses langsung terhadap fakultas penyedia materi kuliah. Pilihan mata kuliah yang tersedia bisa dilihat di website OCW masing-masing universitas penyelenggara Open Course Ware. Daftar websitenya bisa dilihat di sini.

“Everyone has the right to education.” Higher education “shall be equally accessible to all on the basis of merit.” The purpose of education is to “be directed to the full development of the human personality.” – The Universal Declaration of Human Rights, Article 26

“Actually, all education is self-education. A teacher is only a guide, to point out the way, and no school, no matter how excellent, can give you education. What you receive is like the outlines in a child’s coloring book. You must fill in the colors yourself.” – Louis L’Amour

Setelah gerakan Open Course Ware, 2012 disebut sebagai tahunnya MOOC. Apa itu MOOC? MOOC adalah revolusi dalam dunia pendidikan tinggi!

MOOCs = massive open online courses

Pada 2012, MIT dan Harvard University meluncurkan edX, situs pembelajaran online dan terbuka dengan platform MOOC, kependekan dari massive open online courses. MOOC adalah pengembangan dari konsep Open Course Ware, ditujukan untuk partisipasi jumlah siswa yang lebih besar atau sangat besar (masif)Poyek awalnya sebetulnya sudah dimulai dari 2008.

Terbuka. MOOC gratis dan terbuka, tidak ada syarat pendaftaran khusus bagi pesertanya. Siapa saja, dengan latar belakang apa saja dan pada usia berapa saja, bisa mendaftar. Di Coursera, ada siswa yang berusia 18 sampai 80-an tahun. Hak belajar tak mengenal latar belakang dan batas usia.

Online. Dalam MOOC, mata kuliah yang ditawarkan lebih terstruktur secara formal. Beberapa mata kuliah bahkan menawarkan kredit dan sertifikat berdasarkan penilaian atau ujian tertentu, namun tetap gratis. Siswa bisa saling berinteraksi dengan siswa lain dan dengan tutor melalui forum online. Berdasarkan pengalaman saya di Coursera, setiap mata kuliah menyediakan materi dalam bentuk rekaman video, dengan tugas-tugas mingguan yang harus dikerjakan dengan batas waktu pengerjaan yang telah ditentukan. Untuk mata kuliah bidang humaniora dan ilmu sosial, atau bidang lain dimana tidak ada standar objektif penilaian, digunakan sistem peer-review.

Masif. Kuliah perdana edX diikuti oleh 370,000 siswa, tapi itu belum seberapa. Coursera yang diluncurkan Januari 2012, pada November 2012 sudah memiliki murid lebih dari 1,7 juta—tumbuh lebih cepat dibanding Facebook. Dan pada Februari 2013, berdasarkan data di Wikipedia, sudah mencapai 2,7 juta siswa. Wow, gitu! Ternyata bukan saya sendiri yang merasa tereksitasi. :D *memangnya elektron tereksitasi, hehe

Konsep MOOC yang ada sekarang bukan bentuk final. Selain menuai pujian sebagai terobosan pendidikan terbuka untuk semua, ada banyak kritik juga terhadap sistem pembelajaran masif dan online ini. Salah satu yang saya alami langsung pada kuliah pertama di Coursera, dalam sistem peer-review banyak yang mengeluh mengenai kompetensi siswa yang memberi review terhadap tugas siswa lainnya.

Tentunya tidak mudah mengelola sistem pembelajaran yang diikuti ratusan ribu siswa yang berada di berbagai belahan dunia, dengan latar belakang berbeda-beda, belum lagi kendala penguasaan bahasa. Konsepnya masih akan terus disempurnakan katanya. Lebih lengkapnya bisa baca artikel di The New York Times ini atau artikel di wikipedia ini.

Tapi yang pasti, apa yang dinyatakan Bill Gates di atas, belum sampai lima tahun sudah menjadi kenyataan. Prediksi Bill Gates ‘meleset’, ya. Hihi.

Saat ini, sudah ada banyak dan akan ada lebih banyak lagi penyedia MOOC katanya. Selain edX dan Coursera, ada Udacity, ketiganya adalah pemrakarsa MOOC. Yang lainnya bisa dilihat di MOOCs Directory atau di website agregator MOOC, Class Central. Dan ini beberapa artikel yang mengulas berbagai situs kelas online gratis lainnya:

Coursera

Coursera sendiri bekerja sama dengan berbagai universitas dalam penyediaan materi kuliah onlinenya. Beberapa universitas yang bergabung dengan Coursera di awal peluncurannya pada 2012 diantaranya Stanford University, University of Michigan, Princeton, dan University of Pennsylvania. 12 universitas lain bergabung pada Juli 2012, diikuti 17 universitas lainnya pada September 2012. Dan pada Februari 2013, Coursera mengumumkan bahwa 29 universitas lain kembali bergabung sehingga total jumlah universitas yang tergabung di Coursera berjumlah 62. Bisa dibayangkan berapa banyak mata kuliah yang ditawarkan?

Mata kuliah yang ditawarkan beragam, dari mulai bidang teknik, humaniora, kesehatan, biologi, ilmu-ilmu sosial, matematika, bisnis, ilmu komputer, pendidikan dan masih banyak lagi. Para pengajarnya pun gak tanggung-tanggung, para profesor dan doktor kelas dunia semua.

Penutup

Untuk yang memiliki kemudahan akses internet dan senang belajar, tentunya ini adalah sesuatu yang bukan untuk dilewatkan. Dan untuk siapa pun, asalkan ada kemauan, apapun tujuan belajar kita, semuanya sekarang punya kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas. Kemajuan teknologi membuat semuanya jadi mudah dan murah. Saya katakan murah karena biaya yang harus dikeluarkan tidak lebih dari biaya untuk mengakses internet.

Terakhir, berikut tautan ke video TED menarik. Daphne Koller, salah seorang pendiri Coursera, bicara tentang “What we’re learning from online education“.

Nah, ayo pilih kelasmu.
Saya sendiri, sudah jatuh cinta sama Coursera. #duh

Bahan bacaan:

Tautan:

  • CourseBuffet – Find, compare, and save courses from leading platforms and universities.

6 thoughts on “Pendidikan Terbuka di Internet

  1. dapet surat dari Coursera barusan:

    Dear Dedeh
    In March, we hit an exciting milestone: over 3 million students have joined the Coursera community since we began our journey in April last year. Today, Courserians hail from over 210 countries and have signed up for a staggering 10 million courses. As a company barely a year old, we’re truly grateful to have you as part of our growing community.

    Thank you,
    Andrew, Daphne and the Coursera Team | http://www.coursera.org/team

    hebat!

  2. Saya juga murid Coursera. Begitu melihat cara kerja Coursera, hal pertama yang saya pikirkan memang “Saya bakal gunakan website ini seumur hidup dengan kecintaan untuk terus belajar”. Tapi hal kedua yang tidak kalah pentingnya yang berputar-putar di otak saya juga “Bagaimana dengan penduduk Indonesia yang belum tahu website ini, terlebih yang tidak bisa bahasa Inggris”. Oleh karena itu saya bermimpi agar Indonesia segera meluncurkan MOCC yang berbahasa Indonesia, mengingat masih belum banyak pemuda Indonesia yang belum bisa bahasa Inggris. Akses internetpun syukur-syukur kalau ada. Bila ada perkembangan lebih jauh tentang MOOC di Indonesia, saya akan jadi pengejar berita itu dengan setia sambil mengerjakan apa yang bisa dikerjakan untuk mengembangkan sistem ini di Indonesia. Amin.

  3. Halo mbak Felicita. Senang baca komennya. Saya juga bersyukur sekali bertemu Coursera, dan sekarang menjadi penikmat kronis revolusi di dunia pendidikan ini. :)
    Tentang bahasa pengantar, setahu saya Coursera membuka peluang kepada siapa saja untuk menjadi volunteer untuk menerjemahkan subtitle ke bahasa masing-masing. Saya lihat sudah ada bbrp subtitle bahasa lain, untuk bahasa Indonesia belum ada yaa..
    Mbak sudah ikut grup Courserian Indonesia di FB kah?
    Untuk sistem MOOC di Indonesia, ada salah seorang teman FB saya yang sedang merintisnya, beliau sudah berusaha kontak bbrp universitas yg sekiranya bisa ditulari virus ini. Semoga usaha beliau mendapatkan hasil.

  4. wkwk dibilang ada langkah juga belum juga sih, masih bermimpi sambil melangkah kecil-kecilan yang terlalu banyak detail kecilnya. wkwk
    anyway, sudah di add tuh. pindah ajah ngobrol nya. Saya senang sekali bisa ngobrol dengan Anda ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s