[e-book] PhotoReading: Unconscious Blitz Reading

Beberapa bulan terakhir, satu kata kunci baru dari mesin pencari yang membuat pengunjung mampir di blog saya adalah: photoreading. Sayangnya masih sangat jarang buku atau site berbahasa Indonesia yang membahas ini.

Saya sendiri sudah membaca satu buku Photoreading oleh Paul R. Scheele. Tapi, photoreading oleh Paul R. Scheele ini agak sulit saya terapkan. Entah karena protokolnya yang panjang, atau karena logika (?) saya yang sampai saat ini masih belum bisa menerima konsep ‘baca kilat’ satu halaman per detik (kondisi fotografis-mental).

Atas banyaknya pencarian kata photoreading ini, saya jadi ingat kalau pernah mendapatkan e-book berbahasa Indonesia tentang teknik membaca cepat, yang dinamai Unconscious Blitz Reading (UBR) oleh penulisnya.

Menurut penulisnya, Ronny F. Ronodirdjo—pakar dan praktisi bidang NLP dan Hypnosis/therapy, ada persamaan dan perbedaan fundamental antara Photoreading dengan UBR. Pada awalnya penulis terinspirasi dari mempelajari Photoreading, namun kemudian merasa ada banyak langkah yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Penulis kemudian mengembangkan UBR ini terutama berdasarkan ilmu NLP dan Hypnosis.

Hanya terdapat tiga tahap dalam melakukan UBR: Persiapan, Unconscious Blitz Reading, dan Konversi. Ada pengantar singkat mengenai apa itu NLP dan hypnosis untuk memudahkan pemahaman dan mempraktekkan UBR. Langkah-langkahnya simpel dan yang jelas berbahasa Indonesia. :)

Perlu dicatat bahwa hampir-hampir semua keterampilan yang kita miliki sebenarnya selalu disimpan pada wilayah unconsious competence (kompetensi bawah sadar). Semisal saat menyetir mobil, tentunya kita tidak berminat kalau setiap menyetir harus terus menerus memikirkan dan mengingat apakah pedal kopling sudah diinjak dengan kaki kiri dan seterusnya. Kita jauh lebih senang dan leluasa melakukan semuanya secara otomatis alias unconscious competence.

Capek sekali rasanya jika seluruh keterampilan yang kita miliki ternyata masih berada di level conscious competence, alias kompetensi di pikiran sadar.

UBR memanfaatkan kehebatan potensi pikiran bawah sadar ini dalam hal membaca. Dilakukan dengan cara memby-pass proses masuknya informasi yang masuk ke mata agar langsung menuju ke bawah sadar, tanpa melewati pikiran sadar yang penuh dengan filter. Melalui UBR informasi di download secara mental-fotografis, bukan dibaca. Jadi yang terjadi adalah proses belajar, dari unconscious ke unconscious. Beberapa orang mengira teknik ini dilakukan dengan cara memfokuskan/mengkaburkan fokus mata seperti melihat gambar stereogram, padahal bukan seperti itu cara kerjanya. (hal. 9)

Nah, silakan langsung download di BelajarNLP.com. Segera download sekarang juga, kebijakan fasilitas download gratis dapat berubah sewaktu-waktu. :)

Saya sendiri sampai sekarang masih kesulitan, … belum bisa mempraktekkan baca kilat satu halaman per detik. Hmh.. anybody help?

But, happy reading!
Kabari saya jika sudah bisa. :)

* Keterangan judul: Actually, menurut penulisnya, Ronny F. Ronodirdjo, ada persamaan dan perbedaan fundamental antara Photoreading dengan UBR. Adalah kesengajaan saya menuliskan judul PhotoReading: Unconscious Blitz Reading untuk tulisan ini.

One thought on “[e-book] PhotoReading: Unconscious Blitz Reading

Comments are closed.