Puisi Prie GS

Doa Seorang Musisi

Oleh Prie GS

Ya Allah
Sesungguhnya setiap bakat adalah mandat
Begitu pula dengan bakat musik kami ini
Ia pasti tidak Engkau turunkan bukan tanpa tujuan
Pertama pasti untuk pendengaran kami sendiri
Dari telinga menuju hati kami, agar menjadi artistiklah jiwa kami
Maka jelas pesan-MU: jiwa seorang musisi harus artistik
Dan artistik itu pasti bukan cuma menyangkut soal bunyi
Ia harus menyangkut soal hati, yang buahnya adalah perilaku kami sehari-hari:
Bahwa jika kami berjanji harus menepati
Jika kami berhutang harus membayar
Bahwa jika kami adalah seorang suami, harus menyayangi istri
Jika kami seorang bapak harus menyayang anak-anak
Jika kami seorang istri, harus juga adalah seorang ibu
Jadi musik ini, yang pertama kali, pasti bertugas untuk memuliakan keluarga kami
Kepada anak-anak yang hendak berangkat tidur
Ia harus kami bekali dengan kegembiraan agar mereka bangun dengan jiwa segar di pagi hari.
Karena betapa banyak jenis tidur yang telah menjadi serupa azab
Mata kami terpejam. Tapi otak kami penuh persoalan
Tubuh kami rebah, tetapi jiwa kami lelah
Bagaimana mungkin jadwal istirahat malah berubah menjadi waktu yang padat
Oleh aneka persoalan yang tersumbat
Jangan biarkan tubuh kami tertidur, ya Allah
Tetapi penderitaan kami terus terjaga
Ia terus mengintip di tirai-tira jendela, merayap di kolong-kolong ranjang
Dan senantiasa menggedor-gedor pintu
Untuk terus menjadi pengganggu di sepanjang waktu
Itulah kenapa ada jenis tidur yang buahnya bukan ketenangan
Melainkan sekadar kelelahan.
Ituah kenapa keberangkatan menuju tidur
Malah setara dengan berangkat menuju medan pertengkaran
Ya Allah, hindarkan kami dari tidur semacam ini.
Bukan soal tidur itu benar yang kami takuti
Tapi inilah tidur yang pasti merupakan hasil dari jiwa yang gagal artistik
Jiwa yang gagal memanfaatkan keindahan bunyi yang Engkau mandatkan kepada kami.
Jiwa yang hanya peka kepada bunyi tetapi tidak peka hati inilah sebenar-benar ketakutan kami.
Padahal betapa dekat bunyi itu mestinya kepada hati
Tetapi betapa tidak ada jaminan bahwa bunyi akan bersatu bersama hati
Terutama ketika bunyi cukup dihentikan cuma sebagai bunyi
Itulah bunyi yang betapapun keras diteriakkan, betapapun ditasnamakan dengan bermacam-macam kepentingan, tak akan punya banyak arti.
Tak peduli ia diatasnamakan kepentingan rakyat
Atas nama kebaikan
Bahkan sekalipun diatasanamakan Tuhan
Bahkan ketika rumah peribadatan dengan keras memanggil nama Tuhan
Buahnya bisa bukan keterpanggilan
Melainkan sekadar teriakan yang di udara akan menjadi polusi
Karena jangan-jangan pemanggil ini bukan-benar-benar sedang memanggil
Tapi sekadar pihak yang asyik kepada kemerduan suaranya sendiri
Ia menyangka tengah berdoa
Tetapi apa jadinya jika Tuhan sendiri menganggap
Bahwa orang itu tak lebih dari sedang berkaraoke saja
Ya Allah ya Tuhan kami
Biarkan bunyi ini melembutkan jiwa kami
Jiwa pendengar kami
Teruskan bunyi ini dari pendengaran ke hati kami
Agar ia menjadi berkah dari keseluruhan kami

Puisi Prie GS (Dibacakan di acara HUT Bud and Friends, Rinjanis Vew, Semarang)
Dari : Note Facebook Prie GS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s