Mengikat Makna Update

Mengikat Makna Update. Penulis: Hernowo. Penerbit: Kaifa (PT. Mizan Pustaka). Cetakan I, Oktober 2009. xxxii + 216 Halaman. ISBN 978-979-1284-34-9

Alhamdulillah.. Akhirnya selesai juga membaca buku ini, setelah dua hari lamanya berjuang melawan deretan kalimat-kalimat panjangnya Pak Her. Dua hari yang penuh perjuangan. Diselingi berkali-kali membuka facebook—hampir setiap setengah jam. :D

Usai menarik nafas dalam dan bertanya pada hati: apa yang didapat dari buku ini? Sungguh ini menjadi pengalaman membaca yang tak akan saya lupakan. Mengapa? Mengutip judul kecil buku ini: Membaca dan Menulis yang Memberdayakan, saya juga sungguh merasa terberdayakan. Rasa terberdayakan itu saya rasakan di sepanjang perjalanan menyimak seluruh bagian buku ini. Rasa yang sulit diungkapkan, semacam opening up my mind, or like your feeling filled up with energies.., semacam itulah.

Terima kasih Pak Her, untuk berbagi pengalaman yang teramat sangat berharga. Banyak penulis, bahkan penulis hebat. Tetapi mungkin tidak banyak yang mau (dan bisa) berbagi dengan begitu tulus dan jujur mengenai proses panjang perjalanan kepenulisannya, yang meminjam istilah Pak Her—tidak sekali jadi ini.

Ini menjadi kabar baik bagi siapapun. Bahwa menulis bukan soal bakat. Melainkan menulis adalah sebuah keterampilan. Untuk mendapatkan keterampilan ini, seseorang perlu berproses menulis atau membiasakan diri menulis dalam rentang waktu yang panjang. Menulis boleh tentang apa saja dan untuk siapa saja, tetapi menulislah untuk mendapatkan manfaat langsung dan konkret bagi diri sendiri ‘terlebih dahulu’. Inilah tujuan penerbitan buku MM Update ini. Dan manfaat menulis yang dimaksud adalah manfaat menulis untuk sebuah upaya memperbaiki diri. (hal. 17)

Nah, saya rasa mungkin inilah mengapa lantas di atas saya sebutkan bahwa saya merasa jiwa saya menjadi terbuka dan dipenuhi energi. (Ah, finally I found it…) Ada hubungannya kan? Membaca-Menulis-Menemukan makna-Memperbaiki diri-Jiwa yang terbuka-Terberdayakan. Rantainya kurang lebih seperti itu.

Banyak hal indah terkait kegiatan membaca dan menulis, yang dibagikan Pak Her dari banyak buku yang dibacanya. Atau lebih tepatnya, buku-buku yang memiliki nilai sejarah tersendiri dalam proses panjang perumusan konsep “mengikat makna”.

Tentang “mengikat makna” sendiri, sebelumnya pernah saya tulis sedikit di sini. Yang dalam MM Update, ditegaskan dengan penyederhanaan bahwa jika ingin memanfaatkan konsep “mengikat makna”, diperlukan hanya 3 hal: menyediakan “ruang privat”; memadukan kegiatan membaca-menulis secara kontinu dan konsisten; berusaha menemukan makna dalam kegiatan membaca-menulis.

Sulit membuat semacam intisari atau sekedar ringkasan tentang isi buku ini. Karena keseluruhan isinya, dari lembar pertama sampai halaman terakhir, adalah deretan mutiara yang sangat berharga. Tentang apa dan bagaimana kegiatan membaca dan menulis yang memberdayakan itu. Alami dan rasakan sendiri sensasi membacanya. Bagi saya pribadi, ada sensasi tersendiri, entah apakah karena saya sedang mencoba mempelajari “jalan pena” ini. (Lagi-lagi meminjam istilahnya Pak Her: jalan pena.) Tapi memang Pak Her tidak sekedar bicara tentang membaca dan menulis. Melainkan, lebih dari itu.

Satu diantara sekian banyak yang ingin saya kutip di sini adalah, tentang membaca sebagai salah satu bentuk kasih sayang Tuhan. Dari halaman 97-98, saya ungkapkan dengan adaptasi versi saya (Amit ya, Pak..): Tuhan melimpahkan kasih sayang lewat membaca kepada hamba-Nya, secara unik dan luar biasa. Dengan kemampuan membaca, manusia kemudian bisa memiliki derajat di atas malaikat. Dengan kemampuan membaca, seorang manusia dapat mendaki tangga kualitas kehidupan. Manusia dapat menantang dirinya untuk terus mereguk nikmat Tuhan yang tersebar di alam semesta, menjumpai wilayah baru, menyimpan pengetahuan baru, menjelajah kehidupan luas yang hampir tidak terbatas. (Feel so excited for these words…)

Masih dari halaman 97, Pak Her menuliskan: membaca adalah sebentuk kasih sayang Tuhan yang paling awal sekali diberikan kepada Rasulullah Saw. Dan saya juga jadi tersadarkan, lewat penggalian Pak Her atas makna kata iqra’, bahwa Allah Swt. pertama-tama mengajarkan “membaca dan menulis” dalam peristiwa panjang penurunan wahyu al-Quran kepada Rasulullah Saw.

Ini hanya sedikit kesan yang bisa diungkapkan usai membaca buku ini. Sungguh tak sebanding dengan makna besar yang saya dapat dari membacanya. Sekali lagi terima kasih Pak Her. Semoga menjadi catatan amal baik Bapak yang tak kan pernah putus.

Sejalan dengan yang diungkapkan Riris K. Toha-Sarumpaet pada halaman apresiasi buku ini, bahwa Pak Her tak hanya bicara tentang keterampilan baca-tulis; lebih dari itu pak Her terutama bicara tentang sebuah kehidupan yang bermakna.

Bagi saya pribadi, dari merenungi perjalanan “mengikat makna”-nya Pak Her ini, menemukan sesuatu yang lebih tinggi di atas semua pembicaraan mengenai membaca dan menulis. Bahwa di dalamnya, terekam jejak panjang sebuah pencarian diri, menuju puncak. Saya menyebutnya seperti sebuah “sujud panjang” sebuah pencarian diri. Yang pada ujungnya, bermuara kepada-Nya jua. Semoga dapat mengikuti jejak Bapak. Amiin.

Oh, ya.. Facebook-nya Pak Her klik di sini.

Selamat mengeksplorasi kegiatan membaca dan menulis yang memberdayakan. Dan terbang dengan sepasang sayap: “membaca” dan “menulis”, seperti kata Pak Her lagi. :)

Happy reading.
Then, get writing!

~~~

*) Saya membuat catatan tersendiri untuk nge-list buku-buku yang direkomendasikan Pak Her di setiap halaman buku MM Update. Di sini. (I feel so excited for this stuff. Terima kasih banyak-banyak pokoknya Pak.)

3 thoughts on “Mengikat Makna Update

  1. Pingback: Mengangkasa Bersama Buku « Chrysant

  2. salam…
    hmmm awal-awal baca buku ini saya dilanda bosan yang teramat sangat untuk mengkhatamkannya hheheheh.
    tapi pas sampai pada bagian II seperti pada halaman 97-98 waw subhanAlloh, saya jadi semacam tercerahakan dan merasa bersyukur sekali bisa membaca dan menulis…..

    saya suka sekali kalimat penutup anda, Happy reading then get writing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s