Paradigma Baru Bersyukur

Dari Talkshow Interaktif Arvan Pradiansyah lagi.. Acaranya sekarang di Smart FM 95.9, bertajuk Smart Happiness. Tayang setiap Jum’at pagi jam 07.00 – 08.00 WIB.

Beberapa pekan ini membahas poin-poin dari buku keempatnya Arvan Pradiansyah yang berjudul “The 7 Laws of Happiness”. (Belum kesampean punya atau baca bukunya nih…) Meski bisa mengikuti acaranya setiap pekan, hanya pada beberapa kesempatan saja sempat mencatat poin-poin pentingnya -meski semua rasanya penting.

Nah, ini dia yang paling menggugah bagi saya, dalam arti memberikan pola pandang baru bagi saya atas sesuatu yang selama ini hanya diartikan melulu begitu, dari dulu sampai sekarang.

Dari acara tanggal 8 Mei 2009, yang mengetengahkan judul “Bersyukur: Menjelajahi Semua Potensi Anda”.

Hal paling menarik dari episode ini adalah mengenai makna bersyukur yang dikemukakan Arvan Pradiansyah, bahwa bersyukur itu berarti melihat ke dalam. Yaitu, dengan mengeksplor kemampuan kita sampai yang sekecil-kecilnya, sehingga ketika kita meninggal nanti kita bisa berkata kepada Tuhan: “Tuhan, aku sudah berusaha menggunakan (memaksimalkan) segala potensi yang Engkau berikan kepadaku, semuanya. Dan tidak ada sedikitpun yang tersisa (tersia-sia).” Alangkah indahnya jika kalimat itu bisa terucap dari bibir kita saat menghadap-Nya nanti.. (Semoga.)

Saya suka pengertian bersyukur seperti di atas. Syukur dalam pengertian ini menjelma menjadi sebuah sikap aktif, bukan hanya tindakan pasif yang biasanya selalu diartikan dengan ‘merasa (cepat) puas’ atau ‘melihat ke bawah’. Kedua pengertian ini juga benar, tapi baru 50% benar, menurut Arvan.

Mitos Salah Mengenai Bersyukur

Pertama, kita biasanya bersyukur hanya untuk hal-hal yang besar. Padahal ada banyak sekali atau mungkin bahkan ribuan hal kecil yang bisa (pantas) disyukuri.

Kedua, kita hanya bersyukur ketika mendapat kesenangan. Definisi senang sendiri adalah, segala sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita. Padahal, hanya Tuhan yang tahu yang terbaik untuk kita. Jadi, seharusnya kita bersyukur baik dalam keadaan senang maupun susah.

Jadi teringat teori ‘kemerdekaan hidup’ seorang Ustadz favorit saya. Bahwa  senang atau susah hanya sebutan untuk keadaan yang kita alami. Ketika kita menjalani kehidupan ini dengan ‘sadar’, alias tidak terikat pada dualisme senang dan susah tadi, maka hakikat keadaan tersebut bisa kita selami, dan tidak ada senang atau susah lagi. Semua kejadian runtut dalam pengaturan maha sempurna Sang Pengatur. So, ‘sadar’ adalah kata kunci dalam menjalani hidup ini. Sehingga kita bisa merdeka, memandang segala sesuatu dengan jernih, memandang hidup dari sisi sebagaimana seharusnya kita menempatkan diri.

Ketiga, kita sering undervalue terhadap keadaan (diri) kita, dan overvalue terhadap keadaan (diri) orang lain.

Keempat, bersyukur diartikan sebagai ‘cepat puas’ atau ‘melihat ke bawah’ sebagaimana disebutkan di atas.

Tips Bersyukur

1 – Ketika mendapat kenikmatan, tanya: Why me?

2 – Ketika mendapat kesusahan, tanya: Apa yang ingin Tuhan berikan kepada saya dengan musibah ini?

Bersyukur terkait erat dengan kemampuan spiritual seseorang. Hanya orang yang beriman (mempunyai kemampuan spiritual) saja yang bisa melihat apa yang tidak terlihat.

~~~

Acara Smart Happiness ini adalah acara favorit kedua saya setelah dulu begitu mencintai talkshow interaktif dengan Mario Teguh di PRO 2 FM Jakarta, yang tayang setiap Senin pagi jam 7 pagi juga. (Sekarang sudah tidak tayang, penyiarnya Mbak Ratih Atmojo, kangen suaranya.. :)) Nama acaranya saya lupa, apakah Mario Teguh Open Forum.. (?)

Kedua acara ini memiliki kesamaan, menyajikan pola pandang-pola pandang baru untuk hal-hal yang sudah dianggap lazim. Saya sering dibuat takjub dengan pengertian-pengertian baru dari hal-hal yang sebetulnya biasa. Ketika kita bisa memaknai sesuatu dengan cara pandang yang berbeda, dengan hati yang jernih, dengan intuisi yang tajam, segala hal kecil menjadi begitu indah dan ‘sangat bermakna’. Tidak ada yang sia-sia. Semoga Allah senantiasa merahmati beliau berdua untuk selalu dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menebarkan rahmat-Nya. Amiin..

Semoga bermanfaat.

One thought on “Paradigma Baru Bersyukur

  1. اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُ اللهِ وَبَرَ كَا تُهُ
    ———————————-

    Ingin Tahu pengertian bersyukur, lihat My blog
    Semoga kita dapat pemahaman baru.

    Wassalam. Jalius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s