Matilda

MatildaCover-from wikipedia Matilda. By Roald Dahl. Illustrated by Quentin Blake. Heinemann Educational Publishers – New Windmills. Hardcover, 240 pages. ISBN 0 435 12398 X.

Matilda adalah seorang gadis kecil yang sangat jenius, kalau tidak bisa dikatakan ajaib (a child prodigy). Di usia 4 tahun ia belajar membaca sendiri. Pada usia 5 tahun, dalam satu minggu ia telah mampu menyelesaikan bacaan setebal 411 halaman, buku Great Expectations-nya Charles Dickens. Dan dalam 6 bulan, di usia ini, ia bisa menghabiskan 14 buah buku dewasa! Ini daftar keempat belas buku tersebut:

Keren kan? 5 tahun! What we have been read at that age? Even now, berapa buku diselesaikan dalam 6 bulan?

Jika biasanya orang tua merasa bangga dengan kelebihan yang dimiliki anaknya, tidak demikian halnya dengan orang tua Matilda. Orang tua Matilda sama sekali tidak mendukung ‘hobi brilian’ putri kecilnya ini dan tidak menyadari kelebihan yang dimilikinya. Mereka lebih suka Matilda menonton televisi, dan menganggap membaca adalah kegiatan membuang-buang waktu.

Roald_Dahls_Matilda-image from www.npr.orgDi suatu sore, ketika ayahnya menolak untuk membelikannya buku, pantang menyerah Matilda memutuskan untuk mengunjungi perpustakaan kota yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Disana ia bertemu Nyonya Phelps, penjaga perpustakaan, yang dengan sangat baik menunjukkinya buku-buku untuk ia baca.

Orang tuanya sering tidak memperhatikannya, bahkan ayahnya menganggapnya berbohong ketika dengan cepat ia bisa menyelesaikan perkalian sulit untuk kakaknya. Bahkan ketika kesal, ayahnya tega merobek-robek buku yang ia pinjam dari perpustakaan. Matilda kemudian mulai melakukan ‘keasyikan-keasyikan kanak-kanak’ untuk memberi pelajaran terutama pada ayahnya. Kenakalan cerdas.

Ibu gurunya yang muda dan cantik, sekaligus lembut dan baik hati, Miss Honey, adalah orang yang menyadari dan menemukan kelebihan yang dimiliki Matilda sejak hari pertama sekolah di Crunchem Hall Primary School. Untuk hal ini, Miss Honey ingin mengupayakan kenaikan tingkat agar Matilda bisa lekas masuk universitas. Tetapi kepala sekolah tidak menyetujuinya.

Miss Trunchbull, sang kepala sekolah adalah seorang yang galak dan tidak suka anak-anak, dan sering melakukan kekerasan pada anak-anak. Suatu hari karena trik sahabatnya Lavender untuk memperdayakan Miss Trunchbull, Matilda menjadi tersangka utama. Pada saat marah karena ketidak-fair-an inilah Matilda menemukan bahwa dirinya memiliki kekuatan aneh—bisa menggerakkan benda dari jarak jauh, tanpa menyentuhnya; hanya menggunakan kekuatan pikiran. We call it telekinesis.

Kekuatannya inilah kemudian yang menyelamatkan dan mengembalikan hak-hak Miss Honey yang selama ini diambil paksa oleh Miss Trunchbull, dengan trik yang cerdas dan lucu.

Pertama terbit oleh Jonathan Cape, 1988. Diadaptasi ke dalam film oleh TriStar Pictures, disutradarai Danny DeVito. Mendapat Children’s Book Award pada 1988 dan menjadi nation’s favourite children’s book pada sebuah poling BBC Bookworm pada 1998. Mengenai Roald Dahl, look at this Wikipedia or open this delightful site.

For Quentin Blake, look at this Wikipedia or this amazing site. Also for the art of illustration, check this Magic Pencil Website. There QB said: “…that when I was a child, though fascinated by drawings…” (I did too.)

Bagi saya, novel ini lucu dan cerdas. Paling lucu membayangkan adegan Miss Trunchbull melempar Amanda Thripp dengan gaya atlit lontar martil: memegang kedua ujung kepang rambut Amanda, memutar lalu melemparnya. (Of course it’s impossible.) Ceritanya penuh fantasi: Imajinasi cerdas dan bebas.

Ada kutipan yang saya suka tentang Roald Dahl di bagian depan buku ini (saya terjemahkan sebisa saya): Ia menulis dengan sebuah papan alas menulis berwarna hijau di lututnya dan pensil di tangan, di sebuah gubuk taman kecil. Tulisan-tulisannya menarik dan penuh ide-ide yang tidak biasa, dan ia selalu berharap tulisan-tulisannya ini bisa membantu anak-anak untuk mencintai buku. I hope so…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s