Sepasang Mata Bola

Hampir malam di Jogja, ketika keretaku tiba
Remang-remang cuaca, terkejut aku tiba-tiba
Dua mata memandang, seakan-akan ia berkata:
Lindungi aku pahlawan, daripada si angkara murka

Sepasang mata bola, gemilang murni mesra
Telah memandang beta, di Setasiun Jogja
Sepasang mata bola, seolah-olah berkata:
Pergilah pahlawanku, jangan bimbang ragu, bersama doaku

Sepasang mata bola, dari balik jendela
Datang dari Jakarta, ‘nuju medan perwira
Kagum ku melihatnya, sinar nan perwira rela
Hati telah terpikat, semoga kelak kita berjumpa pula

(Digubah oleh Ismail Marzuki pada tahun 1946.)

One thought on “Sepasang Mata Bola

  1. Pingback: Negeri 5 Menara « Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s