We’re Smarter Than We Think

Kamu Itu Lebih Cerdas daripada yang Kamu Duga. Panduan Menuju Multipel Intelijensi Bagi Anak-anak. Terjemahan dari: You’re Smarter Than You Think: A Kid’s Guide to Multiple Intelligences. Oleh: Thomas Armstrong, Ph.D. (2004). Penerbit: Interaksara.

Pernah dengar teori Multilple Intelligence temuan Dr. Howard Gardner? Ya, itu adalah teori yang telah membantu jutaan orang untuk menyadari betapa manusia adalah makhluk yang cerdas dan unik dalam banyak hal dan berbagai cara.

Sebelum teori ini ditemukan, selama kira-kira 100 tahun terakhir, para ahli menggunakan tes IQ (Intelligence Quotient) untuk mengukur kecerdasan seseorang. Dan cerdas seringkali dipahami sebatas mendapatkan nilai baik di sekolah, pandai menghafal atau cepat memecahkan soal matematika.

Padahal, ada banyak sekali indikator lain yang bisa menunjukkan kecerdasan seseorang, seperti ditemukan Dr. Gardner ini…

Dr. Gardner menyatakan bahwa tes IQ bukanlah ukuran sejati kecerdasan seseorang. Hasil risetnya menunjukkan bahwa indikator kecerdasan seseorang tidak hanya satu. Manusia belajar dan menunjukkan kecerdasan dalam berbagai cara. Bagian otak yang berbeda menunjukkan indikator kecerdasan yang berbeda pula. Nah, cakupan kemampuan yang luas ini disebutnya sebagai Multiple Intelligence (MI).

Dr. Gardner berhasil mengidentifikasi delapan jenis kecerdasan, yaitu: Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Logis-Matematis, Kecerdasan Visual, Kecerdasan Kinestetik (Tubuh), Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Intrapersonal, dan Kecerdasan Natural. Di buku lain, disebutkan 9 jenis kecerdasan. Kecerdasan yang kesembilan adalah Kecerdasan Spasial (Ruang). Di buku ini Kecerdasan Spasial termasuk di dalam kategori Kecerdasan Visual – Gambar tiga dimensi (3-D).

Diperkirakan masih banyak indikator kecerdasan lain yang belum teridentifikasi. Salah satunya yang sedang dikaji: Kecerdasan Eksistensi. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh seseorang yang memiliki kecerdasan jenis ini misalnya, “Apakah maksud kehidupan ini?” dan “Apakah yang terjadi setelah kita mati?” Kemungkinan orang yang memiliki kecerdasan jenis ini adalah sejenis orang yang mendalami ilmu agama atau filsafat.

Itu tadi adalah pengantar yang diambil dari buku berjudul “Kamu Itu Lebih Cerdas daripada yang Kamu Duga. Panduan Menuju Multipel Intelijensi Bagi Anak-anak”. Judul aslinya You’re Smarter Than You Think, ditulis oleh Thomas Armstrong, Ph.D., seorang penulis dan pembicara yang hampir 20 tahun mempelajari teori temuan Dr. Gardner ini.

Hal yang selalu ingin saya sampaikan dalam menulis resume atau tepatnya catatan kecil mengenai buku yang saya baca adalah ucapan terima kasih kepada penulis. Jerih payah dan upayanya menjalani peran menulis menjadi hikmat tersendiri yang selalu saya syukuri sebagai perpanjangan tangan Tuhan untuk menyampaikan ilmu-Nya.

Yang membuat buku ini menarik, buku ini menguraikan masing-masing jenis kecerdasan temuan Dr. Gardner tersebut secara rinci dan ‘sangat praktis’. Terdiri dari 8 bab, satu bab untuk satu topik bahasan satu jenis kecerdasan. Thomas Armstrong sendiri telah menulis banyak buku tentang MI untuk orang dewasa. Setelah sekian lama mengajar anak-anak, ditulisnyalah buku ini. Karena menurutnya sangat penting bagi remaja dan anak-anak untuk memanfaatkan seluruh kecerdasan yang mereka miliki dengan sebaik-baiknya. Dibuat sedemikian, agar mudah dipahami terutama oleh remaja. Dan lebih dari sekedar harus, rasanya saya mesti berbagi. Saya yakin, banyak diantara kita orang dewasa yang belum mengetahui fakta-fakta yang diuraikan dalam buku ini. Selain untuk memandu anak-anak dan remaja di sekeliling kita, kita pun tetap memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai potensi kecerdasan yang mungkin selama ini belum tergali. Asal Anda tahu, perjalanan mengeksplorasi seluruh potensi kecerdasan pada diri seseorang itu memerlukan waktu seumur hidup. Untuk mengeksplorasi, menemukan, mengembangkan, memahami, dan menikmatinya.. Here we go..

Fakta pertama. Pada dasarnya kita semua diciptakan mempunyai kedelapan jenis kecerdasan itu. Jadi, kita tidak hanya cerdas dalam salah satunya saja. Dalam tingkatan yang berbeda-beda, kita cerdas dalam kedelapan jenis intelijensi itu. Meskipun tidak berarti kita hebat dalam segala hal, tetapi kita mempunyai kemampuan pada semua bidang tersebut.

Fakta kedua. Semua jenis kecerdasan itu berbeda-beda, tetapi sederajat. Tidak ada satu jenis kecerdasan yang lebih baik atau lebih penting dari yang lainnya.

Fakta ketiga. Suatu kabar yang lebih dari baik: Keterbatasan apapun yang kita miliki pada satu jenis kecerdasan tertentu tidaklah mutlak. Kita bisa mengeksplorasi, menumbuhkan dan mengembangkannya. Misalkan, Anda menilai Kecerdasan Logis-Matematis Anda lemah. Perhatikan, bahwa seseorang tidak perlu menjadi jenius matematika atau ilmu pengetahuan untuk menjadi cerdas di bidang ini. Sebab bisa jadi Anda menunjukkan kecerdasan menggunakan logika ini melalui keterampilan mengorganisasikan objek atau acara, atau melalui kecintaan menggambar bentuk-bentuk geometrik yang rumit.

Ilustrasi lain: dalam kegiatan olahraga Anda termasuk orang yang mengalami kesulitan menangkap bola –hampir selalu menjatuhkannya. Kendati demikian, itu tidak berarti Anda tidak memiliki Kecerdasan Kinestetik (Tubuh). Karena, dalam bidang apapun kita perlu menggunakan kecerdasan memahami tubuh. Anda tidak mungkin menulis cerita yang hebat -cerdas bahasa- tanpa memegang pensil atau mengetik dengan jari Anda. Anda juga tidak mungkin main drum -cerdas musik- tanpa mengkoordinasikan lengan dan kaki Anda.

Fakta keempat. Kelebihan pada satu jenis kecerdasan tertentu tidak membatasi kita untuk cerdas dalam bidang lain.

Fakta kelima. Terdapat banyak indikator untuk masing-masing jenis kecerdasan. Misalnya, seseorang yang memiliki Kecerdasan Linguistik, mungkin ia seorang pembicara ulung tetapi bukan penulis yang cukup bagus. Atau, mungkin ia seorang yang cerdas memahami tubuh yang pandai bermain sepak bola, tetapi tidak terlalu pandai berenang.

Fakta keenam. Jenis-jenis kecerdasan yang berbeda-beda itu bekerja sama dalam hampir semua kegiatan yang kita lakukan. Contohnya, kegiatan melukis menggunakan Kecerdasan Visual, tetapi memerlukan juga Kecerdasan Kinestetik untuk menguasai teknik melukis, Kecerdasan Natural untuk mengembangkan kejelian mengamati detail, bahkan Kecerdasan Intrapersonal untuk menemukan ide-ide untuk dilukis. Jadi, dalam banyak kegiatan, kita menggunakan beberapa jenis kecerdasan sekaligus, bukan sekedar yang paling menonjol saja.

Fakta ketujuh. Kesemua jenis kecerdasan itu ditemukan pada seluruh kelompok usia. Tinggal terpulang kepada kita untuk mengembangkan masing-masingnya sebaik mungkin.

Pada dasarnya, kita semua telah menggunakan kedelapan jenis kecerdasan tersebut dalam keseharian kita. Tetapi setiap orang berbeda dan unik dalam menggunakannya. Kemanapun kita melihat dan dimanapun kita berada, kita bisa melihat tanda-tanda bekerjanya multi intelijensi itu. Kita mungkin bertemu seseorang yang cerdas memahami alam dan menggunakan gambar, yang memiliki kebun yang indah. Atau pengemudi bis, yang cerdas memahami tubuh. Guru matematika, yang cerdas menggunakan logika. Atau seseorang yang cerdas memahami diri sendiri dan memulai bisnisnya sendiri.

Masing-masing kecerdasan tersebut mungkin juga berkembang pada saat yang berbeda-beda. Umpamanya, saat ini mungkin Anda merasa bukan seorang yang pandai menggunakan logika. Tetapi 20 tahun kemudian Anda bekerja dalam bidang yang justru mendorong Anda untuk membangun kecerdasan menggunakan logika. Dan ternyata Anda menemukan bahwa Anda pandai menggunakan logika lebih dari yang Anda duga, sekaligus menikmatinya.

Penulisan setiap bab buku ini dibuat terperinci, terdiri dari: Pengertian jenis kecerdasan, disertai manfaat dan contoh perbuatan keseharian yang menggunakan intelijensi jenis itu. Sehingga dengan mudah kita bisa mengukur, menemukan dan melihat setidaknya sedikit diri kita dalam masing-masing intelijensi tersebut; Tips-tips untuk meningkatkan kecerdasan jenis tertentu dimana kita memiliki kelebihan. Tips-tips untuk mengeksplorasi, menumbuhkan dan mengembangkan jenis kecerdasan dimana kita memiliki keterbatasan. Contoh diambil dari kegiatan sehari-hari ditambah ide-ide yang realistis dan praktis; Juga contoh-contoh karir dan hal-hal yang dapat dilakukan dengan intelijensi yang kita miliki di masa depan; Dilengkapi juga dengan referensi berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan setiap jenis kecerdasan, berupa buku dan majalah, organisasi, situs web dan alat peraga atau kit lainnya.

Membaca buku ini, kita diarahkan untuk dapat memetakan kekuatan dan kelemahan diri kita. Yang pada akhirnya, diharapkan kita mampu memanfaatkan seluruh potensi kecerdasan yang kita miliki ini sebaik-baiknya. Amiin..

Satu saja yang saya sayangkan, membaca buku ini tidak semenarik membaca resumenya. Narsis sedikit.. :D Teknik penerjemahannya membuat buku ini kurang nyaman dibaca dan tidak mudah dicerna, itu saja.

Sebagai penutup, saya kutipkan sebuah analogi yang dikemukakan penulis di akhir Bab Pengantar buku ini,

“Jika kedelapan jenis kecerdasan itu adalah nada yang berbeda-beda dalam satu oktaf skala nada. Maka setiap orang adalah lagu yang tersusun dari kedelapan nada tersebut. Cara setiap orang mengkombinasikan kedelapan nada itu berbeda satu dari yang lain, sehingga tidak ada lagu yang persis sama. Maka, jika kita bisa menggunakan semua intelijensi itu sebanyak mungkin dengan cara kita yang unik, kita bisa mengisi dunia dengan nada mengagumkan milik kita sendiri, yang orang lain tidak dapat melakukannya.”

Selamat mengeksplorasi. Selamat berpetualang. Selamat mencari.. Explore yourself, and find that Allah gives you more than you ever know.. Yes.., we are smarter than we think..!


* Catatan: Saya menggunakan istilah yang lebih populer dalam menyebut kedelapan jenis kecerdasan. Thomas Armstrong sendiri di buku ini menggunakan istilah sendiri yang telah disederhanakannya. Yaitu,
Kecerdasan Linguistik – Cerdas Menggunakan Kata-kata
Kecerdasan Musikal – Cerdas Dalam Musik
Kecerdasan Logis-Matematis – Cerdas Menggunakan Logika
Kecerdasan Visual – Cerdas Menggunakan Gambar
Kecerdasan Kinestetik (Tubuh) – Cerdas Memahami Tubuh
Kecerdasan Interpersonal – Cerdas Memahami Sesama
Kecerdasan Intrapersonal – Cerdas Memahami Diri Sendiri
Kecerdasan Natural – Cerdas Memahami Alam

Atau Anda bisa membuka link berikut mengenai Multiple Intelligences dari home page-nya Thomas Armstrong sendiri: http://www.thomasarmstrong.com/multiple_intelligences.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s