Catatan ‘Kecil’ dari: Pembaruan Islam dan Orientalisme Dalam Sorotan

Sedikit catatan usai membaca buku : “Pembaruan Islam dan Orientalisme Dalam Sorotan”. Buku lama, terbitan Juni 2002 oleh Akbar Media Eka Sarana. Penulisnya DR. Daud Rasyid, M.A.

Beruntung sekali bisa membaca buku ini. Isinya benar-benar menambah wawasan tentang peta pembaruan Islam dan orientalisme, Indonesia dan dunia, khususnya dalam kaitannya dengan satu persoalan sangat penting yang erat sekali kaitannya dengan masalah ini : ‘Ghozwul-Fikri’. Yang kadang-kadang saking halusnya, tidak mudah terdeteksi.

Hanya sedikit catatan kecil yang, penting:

Sebuah konferensi Internasional tentang hukum yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Paris, menetapkan dalam putusannya bahwa, “prinsip-prinsip Hukum Islam (Syariat Islamiyah) mengandung nilai-nilai hukum legislatif yang tiada tandingannya”, dan “Keberagaman mazhab-mazhab fikih yang ada dalam khazanah Hukum Islam benar-benar mengandung kekayaan konsep, informasi, dan dasar-dasar perundangan yang menakjubkan.” (hal. 99)

Pertanyaan yang kemudian muncul, seperti diungkapkan oleh seorang pakar hukum Barat, Famberry, yang menyatakakan, “Dengan memperhatikan universalitas dan kompleksitasnya fikih Islam, membuat saya bertanya-tanya keheranan, mengapa bangsa-bangsa muslim tidak menerapkan sistem dan perangkat hukum Islam yang sangat relevan dengan kondisi negeri mereka.” (hal. 99)

Di bagian selanjutnya, saya menemukan sedikit clue, untuk jawaban pertanyaan panjang saya yang selama ini masih terus dan terus saya cari jawabannya.

Dari halaman 107. Dalam sejarah ilmu-ilmu, runtuhnya peradaban Islam, diketahui salah satu penyebabnya adalah ditinggalkannya sistem berpikir islami yang menekankan metode “eksperimen” dan empirisme. Digantikan oleh logika Aristoteles yang tidak mensyaratkan eksperimen. Bahkan, cukup hanya menggunakan “imajinasi”, sehingga dikenal dengan “manthiq shuriy” ‘logika imajinatif’. ( Logika Aristoteles.., saya tidak kenal, somebody help me?!)

Dan menurut banyak pengamat, rahasia kemajuan peradaban Barat adalah karena pada waktu yang sama mereka mengadopsi sistem berpikir islami yang “empiris” tadi, sementara yang terjadi di dunia Islam adalah kebalikannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s