Karl May: Dan Damai di Bumi!

Dan Damai di Bumi!

Dan Damai di Bumi! (Und Friede Auf Erden!). Karl May. Alih bahasa: Hendarto Setiadi. Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). 2002.

Menulis tentang buku ini.. Sudah lama bukunya dikembalikan pada yang punya. Sedikit membuka-buka lipatan kenangan, googling, …

Ada banyak hal mengesankan. Salah satunya, sempat terobsesi ingin bisa menyaksikan malam terang bulan di penginapan yang disana bisa memandang piramida utuh di bawah bulan. Penggambaran suasananya, mmmmhh.. :D Lalu, penginapan di pinggir pantai di Sumatra. Nice! Dan masih banyak lagi.

Ketakjuban yang tiada akan pernah habis. Indah, sempurna. Really amazing! Dan ini mengingatkan saya untuk berterima kasih pada penerjemah yang telah menjadikan saya bisa menikmati karya besar Karl May sedemikian. Sungguh kerja besar. Salute!

Tentang Karl May dan Dan Damai di Bumi! sendiri.. Dalam novel sepanjang 567 halaman ini, Karl May menceritakan kisah perjalanannya ke ‘dunia timur’: Afrika, Mesir, Semenanjung Malaya, Sumatra, Srilanka, hingga ke China, Maret 1899 hingga Juli 1900. Saya lebih suka menyebutnya seperti sebuah perjalanan ‘pencarian’. Pesan utama yang ingin disampaikan: konsep kemanusiaan dan perdamaian bagi seluruh bangsa di dunia tanpa memandang Barat dan Timur, ras, agama, budaya dan warna kulit. Seperti diungkapkan dalam puisinya. And I love it!

Bawalah Warta Gembira ke seantero dunia,
Tetapi tanpa mengangkat pedang dan tombak,
Dan jika engkau bertemu rumah-ibadah
Jadikanlah ia perlambang damai antar umat!

KM melalui Charlie sang tokoh utama—sebagai penggambaran Barat—memiliki cara pandang berbeda terhadap Timur. Melawan arus arogansi Barat terhadap Timur, dalam pandangannya Timur adalah sebuah kekuatan besar yang kelak akan bangkit. Di buku ini kebesaran Timur terutama digambarkan dengan mengangkat kebesaran budaya China (yang sangat dikaguminya). Dan sepertinya, perkiraan KM yang ini, telah sedang terbukti.

Sedikit yang membuat saya merasa kurang nyaman. Mengenai penggambaran sosok Omar, sang pelayan. Omar, tokoh pelayan beragama Islam, digambarkan sebagai sosok yang setia dan sangat memuja tuannya, taat beragama, keras, tetapi terkesan dungu. Terkadang, saya merasa seperti itulah gambaran Islam yang dituturkan KM lewat konteks Omar dengan segala latar belakang kehidupannya yang bersendikan keyakinannya. :(

Meski saya juga mencatat hal lain yang sama sekali berlawanan dengan keseluruhan penggambaran Islam yang saya tangkap melalui sosok Omar. Di salah satu halaman, entah halaman berapa, secara terpenggal-penggal dinyatakan bahwa “… di Negeri Timur …, … terdapat banyak raksasa tidur yang, … Salah satu raksasa yang saya maksud adalah Islam. Ia sedang tidur, …”

Lepas dari itu, keseluruhan kisahnya sangat menarik! Dan Damai di Bumi! adalah novel pertama Karl May yang saya baca. Ini kerja besar. Bagaimana tidak, kabarnya KM tidak pernah sungguh-sungguh melakukan perjalanan itu, ia hanya bermodalkan ensiklopedi, buku-buku di perpustakaan dan sumber-sumber non-primer lainnya, dan tentu saja: imajinasi! Padahal, saya merasa dibawa melakukan perjalanan dan petualangan itu langsung. Great work, right?!

Melalui tokoh utamanya, Charlie, ia menggambarkan sosok dirinya sebagai seorang yang cerdas, berpandangan luas dan jauh ke depan. Meski juga terkesan terlalu sempurna, ideal, dan serba tahu. Bahkan saking sempurnanya terkesan it’s too good to be true. Tapi keserbatahuannya, wawasannya yang luas, dan pandangan-pandangannya yang jauh ke depan ini juga yang membuat saya terkagum-kagum. Melampaui jamannya.

Saya suka caranya menggambarkan seseorang, sesuatu atau suasana dalam kalimat-kalimat deskriptif yang panjang dan indah. Sehingga saya benar-benar menikmati setiap kalimatnya. Kalimat-kalimat dalam paragraf panjang, tapi tidak kehilangan kepadatan dalam isi. Yang setiap katanya adalah unsur pembentuk kalimat ‘padat’ sarat makna, filosofis, dan indah. Saya juga mengagumi eksplorasi cara bertuturnya dalam menggambarkan setiap rasa, nuansa dan suasana. Indah dan dalam.

Filosofis, sarat nilai-nilai kemanusiaan, dan menghadirkan sesuatu yang baru dalam memandang kehidupan, dunia dan seisinya. Persaudaraan, kemanusiaan, kasih sayang dan perdamaian bagi semua makhluk di bumi. Dan damailah di seluruh bumi… und friede auf erden! (Nice, beautiful!)

Saya suka kalimat penutup novel ini: “Mari kita menghampiri-Nya! Tengah malam akan segera tiba; biarlah sang malam mendapatkan kita dalam keadaan berdo’a, berucap syukur, dan berharap!” Indah bukan..? Naluri paling tinggi manusia akan selalu berujung disitu…

Tautan:
IndoKarlMay
Karl May Indonesia Wiki

One thought on “Karl May: Dan Damai di Bumi!

  1. Pingback: Menerjemahkan Dongeng Klasik « Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s