Ramadhan Datang dan Pergi…

Harapan Ramadhan

– Raihan and Man Bai

Kumengharapkan Ramadhan
Kali ini penuh makna
Agar dapat kulalui
Dengan sempurna
Selangkah demi selangkah
Setahun sudah pun berlalu
Masa yang pantas berlalu
Hingga tak terasa ku berada
Di bulan Ramadhan semula
Puasa satu amalan
Sebagaimana yang diperintah-Nya
Moga dapat kulenturkan
Nafsu yang selalu membelenggu diri
Tiada henti-henti
Tak ingin kubiarkan Ramadhan berlalu saja
Tuhan pimpinlah daku yang lemah
Mengharungi segalanya dengan sabar
Kumemohon pada Tuhan diberikan kekuatan
Kumerayu pada Tuhan diterima amalan
Selangkah demi selangkah…
Dengan rahmat-Mu oh Tuhanku…
Kutempuh jua…

Elegi Untuk Aa

– Suara Persaudaraan

Tertatih aku mengejar bulan
Mengais sisa-sisa Ramadhan
Terjatuh.. Terpuruk di keheningan
Ramadhanku telah pergi Syawal tlah menjelang
Tinggalkan arti tujuh puluh tingkatan
Amal ibadah bagi insan beriman

Duhai sahabat pilihan Allah
Disini, dipertiga puluh terakhir
Kita bertemu dalam renungan
Satu jiwa, satu hati, dan satu iman

Tuhan, kekalkan tali ini
Rekatkan dalam dzikir pada-Mu
Biarkan rindu kian bersemayam
Karena kasih dan cinta-Mu

Duhai sahabat pilihan Allah
Dihari ketujuh ba’da Ramadhan
Hati masih sedih ditinggalkan
Seluruh jiwa terasa sakit
Tiada kawan penghibur, kecuali Allah semata

Hanya satu tumpuan harapan
Jumpa Ramadhan dengan izin Tuhan
Madrasah perjuangan dan kesabaran
Menuju Ar-Royan yang dijanjikan

(Dari album Bara Dalam Tazkiyah (Sebuah Operet Kehidupan).
Pengekal ingatan kawan yang lama pergi; dan 29 Ramadhan 1428 H, Masjid Al-Hikmah.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s