Ahmadinejad (1)

ahmadinejad-cover.jpg

Ahmadinejad! David di Tengah Angkara Goliath Dunia. Penulis: Muhsin Labib, Ibrahim Muharam, Musa Kazhim, Alfian Hamzah. Penerbit: Hikmah (PT Mizan Publika). Cetakan VI, xxvi + 295 halaman

“Jika nuklir ini dinilai jelek dan kami tidak boleh menguasai dan memilikinya, mengapa kalian sebagai adikuasa memilikinya? Sebaliknya, jika teknonuklir ini baik bagi kalian, mengapa kami tidak boleh juga memakainya?”

Really simple and logic.

Itulah pertanyaan yang dilontarkannya menghadapi tekanan dari negeri-negeri Eropa Barat dan Amerika untuk menghentikan program pengembangan nuklirnya. Dia berkeras Iran berhak mengembangkan teknologi nuklir layaknya Eropa menernakkan reaktor.

Karena keberaniannya melawan tekanan Barat inilah sosok Ahmadinejad dan Iran menjelma menjadi ikon pergerakan dari timur. Selama ini, hampir tak ada yang berani membantah—apalagi melawan—Barat. Lalu siapa sesungguhnya Ahmadinejad ini?

Pertama-tama, berikut saya kutipkan pengantar penulis buku ini tentang mengapa sosok dan kiprah seorang Mahmoud Ahmadinejad, seorang anak tukang besi yang berhasil memenangkan pemilu di negeri para mulla setelah mengkanvaskan ulama-cum-miliuner Ali-Akbar Hasyemi Rafsanjani, menarik untuk diperhatikan.

Pertama, ia bukan seorang politikus kubu kanan maupun kiri. Ia bahkan bukan politik sama sekali. Ia tidak membangun basis politik dengan persiapan terencana secara matang dan perjuangan kepartaian, yang umumnya sarat dengan intrik, persaingan dan money politic. Kedua, ia bukan seorang mulla (berasal dari kata ‘maula’ yang berarti pemimpin atau ulama), tapi menjadi presiden di ‘negeri mulla’. Ketiga, ia bukan pengusaha yang umumnya bisa secara ‘ajaib’ menjadi pemimpin.

Keempat, ia bukan perwira militer yang bisa membangun jaringan kuat dalam institusi militer yang memungkinkannya masuk dalam kancah politik, apa pun risiko dan bagaimanapun caranya. Kelima, ia bukan bangsawan atau anak seorang pahlawan yang disegani sehingga dengan mudah meraih simpati, meski tidak berpendidikan secara maksimal. Keenam, ia tidak bertubuh besar juga tidak berpenampilan necis, yang kadang kala menjadi salah satu faktor nonteknis pada masa kampanye, sebagaimana terbukti di Tanah Air. Ketujuh, ia tidak pandai berdiplomasi (baca: menyusun kata yang ambigu, bersayap, dan ‘bertele-tele’), bahkan ia kadang geli melihat prosedur protokoler kepresidenan yang umumnya glamor, formal, dan ‘angker’. Kedelapan, ia masih muda, pekerja keras, punya loyalitas tinggi kepada negara dan bangsa serta ideologinya, sehingga karena itu ia tidak npernah panik menanggapi ancaman asing, apalagi sibuk mengklarifikasi tuduhan ‘fundamentalis’ dan semacamnya, dan yang terpenting, ia bebas KKN.

Siapakah Ahmadinejad?

Next..

Lanjutan tulisan: Ahmadinejad (2)
The Official Blog Mahmoud Ahmadinejad: www.ahmadinejad.ir

5 thoughts on “Ahmadinejad (1)

  1. Kita harus cari biografi detail ttg orang ini, supaya bisa sedikit byk kita praktekin di daily life, shg kita jadi manusia seutuhnya, freedom of fear because we have nothing to lose.

  2. Ada satu buku lagi tentang biografi Ahmadinejad. Judulnya “Ahmadinejad, The Nuclear Savior of Tehran: Sang Nuklir Membidas AS dan Zionis”, diterbitkan oleh Pustaka Iman. Lebih lengkap ditambah kasus-kasus terkini tentang politik Ahmadinejad di tengah kancah dunia

  3. emang bener dy itu hebat banget…ga takut ma hegemonnya USA..perlu di contoh orang yang seprti itu..agar ketimpangan yang ada di dunia terhapuskan…
    mohon bantuannya..ya..coz..sekarang ini saya lagi skripsi tentang “pengaruh ideologi Islam syiah terhadap kepemimpinan Ahmadinejad”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s