Cerdas Memahami Diri Sendiri (Kecerdasan Intrapersonal) – Part 2

Mengenal Diri Sendiri

Pengenalan diri adalah sebuah tantangan berkesinambungan. Itu juga yang menjadikannya menyenangkan. Mengenal diri adalah perkara menjelajahi siapa kamu: apa yang kamu suka, apa yang tidak kamu suka, apa yang kamu inginkan, apa yang kamu rasakan, apa yang kamu percayai, apa yang kamu bela, dan apa yang menurutmu bisa kamu berikan pada dunia.

Semua manusia, di setiap saat, senantiasa bertumbuh, mendapatkan pengalaman-pengalaman baru, mempelajari hal-hal baru dan terus berubah luar dan dalam. Pengenalan diri seperti ini membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Pengenalan diri dimulai dengan evaluasi diri, yaitu introspeksi terhadap diri dan kehidupanmu. Ajukan pertanyaan-pertanyaan ini kepada dirimu: Apa kualitas terbaikku? Apa yang baik bagiku dan hal apa yang harus aku tingkatkan? Apa harapan dan impianku? Apa yang membuatku bahagia? Apa yang ingin benar-benar aku pelajari? Sasaran-sasaran jangka pendekku? Sasaran-sasaran jangka panjang? Apa yang telah kupelajari dari masa lalu? Bagaimana perasaanku sekarang dan mengapa? Bagaimana mengekspresikan perasaan-perasaanku? Hal-hal apa yang aku percayai, mengapa? Apa yang sungguh-sungguh kupedulikan, mengapa? Siapa yang benar-benar penting bagiku, mengapa? Adakah hal-hal yang ingin kuubah di dunia ini, atau di lingkunganku, atau dalam kehidupanku? Apakah aku memperhatikan bagaimana perasaanku tentang berbagai hal, kegiatan, dan orang?

Ada banyak pertanyaan lain yang dapat kamu ajukan. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak ada habis-habisnya. Pikirkanlah jawabannya… Atau kamu bisa menuliskan jawaban-jawabannya pada catatan harian atau jurnalmu, agar dapat lebih seksama memikirkannya. Ajukan juga pertanyaan-pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda –sebulan lagi, enam bulan lagi, atau di awal tahun. Sebagian jawabanmu mungkin saja berubah.

Setelah kamu memikirkan semua jawabannya, kamu akan menemukan betapa kaya kehidupan batiniahmu. Segala yang kamu sadari, kenangan tertentu, ide tertentu, sensasi, persepsi, angan-angan dan apapun yang kamu temukan dalam proses introspeksi ini, itulah kekayaan batiniahmu. Ibarat samudera yang paling dalam, besar, dan kaya, penuh dengan kehidupan, dan segala macam hal yang bisa kamu kagumi. Kehidupan batiniahmu bisa menjadi sumber ide, impian, inspirasi, jawaban dan kreativitas. Bagi kita yang beragama tentunya, agama telah mengajarkan dan mengutamakan nilai Kecerdasan Memahami Diri Sendiri ini.

Sisihkan waktu tertentu secara berkala untuk menyendiri. Itu akan sangat membantu menjelajahi kekayaan batinmu. Gunakan waktu kesendirianmu itu untuk berkhayal, berpikir, menulis, menggambar, berjalan, mengerjakan hobi, atau kegiatan apapun yang membantumu mengembangkan kecerdasan memahami dirimu.

Orang yang cerdas memahami diri sendiri biasanya seorang yang mandiri. Mereka suka mengerjakan segalanya sendirian dan menikmati kesendirian mereka. Mandiri itu baik, karena itu berarti kamu menghargai pemikiran serta idemu sendiri. Tapi terkadang cara berpikir orang yang mandiri seperti itu bisa mengejutkan orang lain. Orang mungkin tidak langsung memahami kamu atau sasaran-sasaranmu. Tidak ada salahnya kalau impian dan sasaranmu berbeda dari orang lain. Kalau kamu mmpunyai impian atau ide yang istimewa, perhatikan itu dan lihatlah ke mana itu membawamu. Yakinlah bahwa Kecerdasan Memahami Diri Sendiri akan membawamu ke berbagai tempat dalam kehidupanmu.

Memahami Perasaan-perasaanmu

Apa yang sedang kamu rasakan saat ini? Aneh? Tidak bisa konsentrasi? Bersemangat? Khawatir? Atau yang lainnya. Indikator penting dari Kecerdasan Memahami Diri Sendiri adalah menyadari serta memahami perasaan-perasaanmu. Hal ini bisa membantumu merasa lebih baik dan lebih memahami segala yang terjadi dalam kehidupanmu. Memahami perasaanmu menjadikan kamu bisa menyikapinya dengan baik, sehingga perasaan yang positif (senang, sukses meraih sasaran) bisa kamu manfaatkan sebaik-baiknya dan perasaan yang negative menjadi lebih mudah ditangani.

Ilustrasi:

Emosi mana saja dari yang berikut ini yang kamu rasakan seharian ini…

PERCAYA DIRI. MALU-MALU. SHOCK. KESEPIAN. CEMAS. BOSAN. TERKEJUT. CEMBURU. MALU. HATI-HATI. SENANG. PUSING. MARAH. KETAKUTAN. DAMAI. AGRESIF. BANGGA. FRUSTRASI. MAWAS DIRI. BERANI. TERTEKAN. BERSALAH. CURIGA. SERAKAH. BERSEMANGAT. PEDULI. MENGASIHI. ANEH. INGIN TAHU. AMAN.”

Renungkanlah dimana dan kapan kamu merasakan emosi-emosi tersebut? Adakah emosi yang sering kamu rasakan yang tidak terdaftar di atas? Apa saja?

Nah, pertanyaannya, mengapa merenungkan perasaan itu penting? Karena, dengan memahaminya, itu bisa membantumu mengekspresikannya. Dan mengekspresikannya bisa membantumu menanganinya. Umpamanya, kalau kamu bersemangat, kamu bisa menemukan cara-cara untuk membuat orang lain bersemangat juga. Kalau kamu sedang patah semangat, kamu bisa mempertimbangkan apa yang dapat kamu lakukan untuk membuatmu merasa lebih baik: berbicara kepada seorang teman, menulis jurnal, menghabiskan waktu di luar, atau apa pun yang menurutmu bisa menjadikanmu lebih baik.

Kalau kamu bisa memahami perasaanmu, kamu juga akan lebih bisa memahami perasaan sesamamu. Ketika kamu bertanya pada dirimu, “Bagaimana perasaanku seandainya hal ini terjadi padaku?”, kamu sedang menggunakan Kecerdasanmu Memahami Diri Sendiri untuk menunjukkan empati. Empati membantumu lebih damai dengan sesama.

Banyak orang marah, frustrasi, ketakutan, atau gelisah, dan mereka bahkan tidak mengetahuinya! Mereka terus saja merasa tidak enak tanpa mengetahui alasannya dan tidak bisa berbuat banyak tentang hal itu. Jika kamu pandai mengenali apa yang kamu rasakan dalam hati, akan lebih mudah bagimu mengenal perasaan-perasaan negative tersebut. Dan tentu saja itu memudahkanmu untuk menangani emosi-emosi tersebut tanpa melampiaskannya terhadap sesama atau membiarkan perasaan-perasaanmu menghambat impian serta sasaranmu.

Orang Yang Cerdas Memahami Diri Sendiri tahu bagaimanan cara menggunakan “peralatan” emosional mereka atau hal-hal yang dapat membantu mereka menangani situasi-situasi sulit untuk merasa lebih baik.

Ada banyak peralatan/hal yang bisa kamu gunakan/lakukan untuk membantumu memahami serta menangani emosi-emosimu. “Peralatan” yang berbeda-beda ini bisa efektif pada saat yang berbeda-beda.

Apa sajakah hal-hal tersebut? Ini dia… Menulis jurnal. Berolahraga. Menemukan seseorang kepada siapa kamu bisa berbicara. Melakukan sesuatu yang kreatif. Bermurah hati terhadap diri sendiri. Pergi ke tempat sunyi jika sedang perlu menenangkan diri atau merenungkan sesuatu. Mengetahui kapan kamu membutuhkan pertolongan orang dewasa dan di mana. Mempelajari latihan relaksasi atau meditasi. Gunakan apa yang membuatmu nyaman ketika kamu membutuhkannya.

Meraih Sasaran-sasaranmu

Cerdas Memahami Diri Sendiri adalah kunci sukses terbesar. Cerdas Memahami Diri Sendiri menuntunmu pada penemuan-penemuan tentang dirimu. Penemuan-penemuan diri ini bisa membantumu belajar “lebih cerdas” seumur hidupmu. Bisa membangun kekuatan-kekuatanmu serta meningkatkan kelemahan-kelemahanmu, inilah yang dimaksud Cerdas Memahami Diri Sendiri. Jika kamu bisa mengasah intelijensi ini dengan baik, kamu bisa membangun diri yang lebih baik.

Mau tahu cara terbaik untuk meningkatkan kehidupanmu dan meraih masa depan lebih cerah? Salah satu caranya adalah dengan menetapkan sasaran (dan tentu saja meraihnya!).

Luangkanlah waktu sejenak untuk menggunakan Kecerdasanmu Memahami Diri Sendiri sekarang juga. Renungkanlah kemana kamu menuju dalam kehidupan ini. Apa yang ingin kamu perbuat tahun depan? Bagaimana dengan setahun setelah itu? Bagaimana dengan lima tahun lagi, atau 10 tahun lagi? Mungkin kamu tidak perlu merencanakan semuanya sekarang juga. Tetapi setidaknya kamu bisa mulai lebih sering memikirkannya. Masa depanmu tergantung kepadamu sendiri, dan menetapkan sasaran akan membantumu untuk sampai ke sana.

Hal-hal yang perlu kamu perhatikan dalam menulis sasaran-sasaran itu adalah: Mulailah dengan menetapkan sasaran yang lebih kecil (jangka pendek). Setelah sukses dengan sasaran-sasaran kecil, kamu akan lebih percaya diri untuk menghadapi sasaran-sasaran yang lebih besar dan menantang; Tetapkan sasaran untuk hal-hal yang benar-benar kamu pedulikan; Pastikan sasaran-sasaranmu itu realistis. Kalau sasaran-sasaranmu terlalu besar untuk diraih sekarang, lakukanlah secara bertahap; Sasaran itu hendaknya menantang, mendorongmu untuk bertumbuh dan belajar. Kalau sasaranmu terlalu mudah, kamu melewatkan peluang untuk merasakan kepuasan ketika meraihnya. Tetapi ketika kamu berhasil meraih sasaran yang kamu upayakan dengan kerja keras, kepercayaan dirimu akan meningkat; Tetapkan sasaran-sasaranmu dengan spesifik. Jabarkan sebuah sasaran menjadi langkah dan tindakan-tindakan yang perlu kamu ambil, termasuk kapan kamu ingin meraih sasaranmu itu serta cara-cara kongkrit untuk meraihnya.

Gunakan sasaran-sasaranmu untuk membantumu meraih impian-impianmu. Terkadang orang yang Cerdas Memahami Diri Sendiri mempunyai impian yang belum tentu dipahami (mungkin malah diolok) oleh orang di sekeliling mereka. Mungkin kamu mempunyai ide tentang suatu penemuan baru untuk mendaur ulang sampah menjadi enerji atau kamu ingin menulis buku paling laris. Mewujudkan penemuan tersebut atau menulis buku tersebut mungkin tampaknya kecil kemungkinannya tercapai sekarang, tetapi itu adalah impian yang bisa kamu cita-citakan, terlepas dari apa kata orang. Banyak orang yang Cerdas Memahami Diri Sendiri meraih hal-hal yang mengagumkan karena mereka percaya kepada diri sendiri.

Tetapi.., bagaimana seandainya kamu tidak bisa meraih sasaran-sasaran yang telah kamu tetapkan? Bagaimana seandainya kamu sudah berusaha keras tetapi tidak meraih persis seperti yang kamu inginkan? Ketika kamu tidak berhasil meraih sebuah sasaran, janganlah bersikap terlalu keras terhadap dirimu. Ambillah waktu untuk merenungkan sasaranmu dan mengapa kamu tidak meraihnya.

Suatu bagian yang sangat penting dari Kecerdasan Memahami Diri Sendiri adalah menggunakan pemahaman dirimu untuk meningkatkan kehidupanmu. Ketika kamu menyadari kekuranganmu pada suatu bidang, kamu bisa berbuat sesuatu yang positif untuk meningkatkannya. Keberanian mengakui serta menerima kekurangan itupun merupakan bagian dari Kecerdasan Memahami Diri Sendiri.

Yang terpenting bukanlah bahwa kamu selalu mendapatkan segalanya benar atau sukses, melainkan bahwa kamu dapat belajar dari kesalahan atau kegagalanmu. Kamu bisa belajar sama banyaknya dari kegagalanmu seperti dari suksesmu, bahkan terkadang lebih. Kalau kamu Cerdas Memahami Diri Sendiri, kamu bisa mengambil apa yang kamu pelajari dan kamu gunakan itu untuk mengadakan perubahan-perubahan yang positif.

Menetapkan sasaran artinya Cerdas Memahami Diri Sendiri, bahwa kamu memikirkan masa depanmu, berusaha meningkatkan diri, dan membuat impianmu menjadi kenyataan.

Cara-cara Menyenangkan untuk Menjadi Lebih Cerdas Memahami Diri Sendiri

Berikut adalah cara-cara untuk mengembangkan serta menikmati Kecerdasanmu Memahami Diri Sendiri cobalah kegiatan yang mana pun yang menarik bagimu…

1 – Tanyakan kepada diri sendiri, “Siapakah aku?” Di atas kertas, tulislah “Siapakah aku?” Tulislah jawaban sebanyak mungkin. Sebutkan kesukaan dan ketidak sukaanmu, hobi-hobimu, dan apapun yang muncul di benakmu. Jawablah sedetail mungkin. Pergunakanlah waktu selama yang kamu butuhkan, dan juga kertas sebanyak yang kamu butuhkan.

2 – Tulislah jurnal. Tuliskan perasaan-perasaanmu, ide, kenangan, atau apa pun yang kamu pikirkan. Tulislah puisi atau menggambarlah dalam jurnalmu jika kamu mau. Ingatlah, itu adalah jurnalmu dan kamu tidak perlu menunjukkannya kepada siapa pun juga.

3 – Buatlah daftar hal-hal yang menjadi kemahiranmu. Lalu buatlah daftar hal-hal yang kamu mau menjadi kemahiranmu. Berdasarkan kedua daftar tersebut, buatlah sebuah daftar sasaran bagi dirimu.

4 – Tetapkanlah sasaran bagi dirimu sendiri. Pilihlah waktu yang teratur setiap harinya, setiap minggunya, atau setiap bulannya, untuk menetapkan sasaran-sasaran spesifik yang ingin kamu raih dalam kurun waktu tertentu. Tetapkanlah sasaran-sasaran yang yang bisa kamu upayakan. Kalau terlalu mudah, kamu tidak akan merasa berprestasi ketika meraihnya. Kalau terlalu sukar atau bahkan mustahil, kamu akan merasa frustrasi dan marah karena tidak mengalami kemajuan. Pada batas waktu yang telah kamu tetapkan, evaluasilah prestasmu dalam meraih sasaran-sasaran tersebut, lalu tetapkanlah sasaran-sasaran baru.

5 – Susunlah otobiografimu. Tulis atau ciptakan kisah kehidupanmu. Kamu bisa menggunakan gambar, lukisan, music, atau menulis serta mempertunjukkan drama atau menciptakan komik.

6 – Ciptakan collage diri. Gunakan gambar-gambar dari majalah, foto, atau bahan-bahan seni seperti spidol atau bahan mengkilap untuk menciptakan collage yang mengekspresikan siapa kamu. Kamu bisa menempelkan berbagai objek pada collage-mu, seperti manic-manik, bulu, atau mobil-mobilan dan menjadikan collage-mu 3-D. collage-mu bisa mencakup gambar orang, benda, atau kegiatan yang kamu sukai, atau gambar serta objek dari apa yang kamu ingin perbuat di masa depan atau amal yang penting bagimu. Kemungkinannya tiada batasnya, sama seperti dirimu!

7 – Ingatlah mimpi-mimpimu.

8 – Renungkan harimu. Di akhir setiap hari, renungkanlah hal-hal besar yang terjadi, apa saja yang tidak berjalan lancar apa saja yang kamu pelajari, bagaimana kamu bisa meningkatkan segalanya di masa depan. Tulislah tiga hal yang kamu syukuri atau yang membuatmu senang hari itu.

9 – Belajarlah bermeditasi.

10 – Periksalah “kotak peralatan” Kecerdasan Memahami Diri Sendiri. Buatlah daftar ‘peralatan’ yang kamu punyai untuk membantumu ketika menghadapi masalah serta penyebab stress. (Lihat uraian sebelumnya tentang peralatan untuk membantumu memahami perasaan-perasaanmu).

11 – Bacalah buku-buku pengembangan diri. Banyak buku-buku tentang orang-orang yang Cerdas Memahami Diri Sendiri, yang melakukan hal-hal penting berkat kekuatan kepercayaan pibadi mereka. Buku-buku ini bisa mencakup tulisan atau biografi orang-orang seperti Mahatma Gandhi, Martin Luther King, Rosa Parks, Gloria Steinem, atau Eleanor Roosevelt.

12 – Lakukanlah sesuatu yang kamu cintai. Luangkan waktu setiap harinya atau setiap minggunya untuk melakukan sesuatu yang kamu cintai. Entah hobi, bekerja sukarela untuk amal yang kamu pedulikan, atau mempelajari hal-hal baru yang mengundang rasa ingin tahumu.

13 – Lakukan sesuatu yang penting bagimu. Mungkin kamu bisa menemukan sesuatu untuk memecahkan masalah umum, atau mungkin kamu bisa memulai suatu bisnis berdasarkan salah satu idea tau penemuanmu. Atau mungkin kamu bisa menemukan persoalan yang kamu pedulikan –orang-orag yang tidak mempunyai tempat tinngal, orang-orang yang buta huruf- dan mengupayakan perubahan secara local maupun global dengan bekerja sukarela, membuat petisi atau membangun situs web untuk hal-hal yang kamu pedulikan.

Adapted from: You’re Smarter Than You Think. Panduan Menuju Multiple Intelijensi Bagi Anak-anak. By Thomas Armstrong, Ph.D. Penerbit Interaksara.

For F.

Cerdas Memahami Diri Sendiri (Kecerdasan Intrapersonal) – Part 1

Apa artinya cerdas memahami diri sendiri? Untuk memahaminya, pertama-tama jawablah beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah kamu lebih suka bekerja sendiri dibanding bekerja kelompok?
  • Apakah kamu suka menetapkan serta meraih sasaran-sasaran pribadimu?
  • Apakah kamu menjunjung tinggi hal-hal yang kamu percayai (yakini), meskipun tidak populer?
  • Apakah kamu tidak terlalu mengkhawatirkan apa kata orang?
  • Apakah kamu mengetahui bagaimana perasaanmu dan mengapa demikian?
  • Apakah kamu suka meluangkan waktu merenungkan hal-hal yang kamu anggap penting?
  • Apakah kamu menyadari di bidang apa kamu memiliki kelebihan dan kekurangan?
  • Apakah kamu senang membuat catatan harian atau menulis jurnal?
  • Apakah kamu suka menuliskan ide-idemu, kenangan, perasaan, atau sejarah pribadimu?
  • Apakah kamu sadar akan siapa kamu?
  • Apakah kamu memikirkan tentang masa depanmu dan ingin menjadi apa kamu suatu hari nanti?

Nah, kalau kamu menjawab ya untuk pertanyaan mana pun di atas, kamu baru saja mengidentifikasi beberapa indikator bahwa kamu seorang yang cerdas memahami diri sendiri. Selamat! Congratulation! Itu adalah awal atau gerbang untuk membangun dirimu.

Mengapa demikian.. Let’s talk about it..

Kalau kamu cerdas memahami diri sendiri, kamu mengenal dirimu sendiri. Kamu tahu benar siapa kamu dan apa yang mampu kamu lakukan. Kamu sadar akan perasaan-perasaanmu, dan kamu memahami dirimu lebih dari siapapun. Kamu dapat menetapkan sasaran-sasaran pribadimu, merenungkannya, dan belajar dari pengalamanmu di masa lalu. Kamu memahami kekuatan-kekuatan serta kelemahanmu, dan dapat memahami serta menerima berbagai perasaan yang muncul dalam dirimu setiap harinya.

Orang yang cerdas memahami diri sendiri, mengenal baik dirinya. Mereka lebih dapat membuat pilihan-pilihan yang cerdas dalam kehidupan mereka. Mereka mungkin tidak akan terlalu terpengaruh oleh tekanan sesama, karena mereka tidak terlalu peduli apa kata orang tentang mereka dan tidak mau melakukan hal-hal yang menghalangi mereka dalam meraih sasaran-sasaran mereka.

Berikut adalah contoh mereka yang menggunakan kecerdasan memahami diri sendiri,

Sahabat terbaik Jane sangat ingin mengikutin kegiatan drama musical di sekolah. Tetapi ia tidak mau melakukannya sendirian dan memohon Jane untuk ikut juga. Toh, Jane mempunyai suara yang indah. Tetapi Jane tidak mau, karena ia tahu bahwa ia terlalu gugup kalau bernyanyi di depan orang banyak; lagipula, ia ingin menggunakan waktu sepulang sekolah untuk meningkatkan permainan sepak bolanya. Jane tahu apa yang terbaik baginya dan tidak tunduk pada tekanan dari luar dirinya. Tetapi ia mengatakan bahwa ia akan dengan senang hati menonton latihan temannya itu dan memberikan semangat.

Teman-teman John sedang mengganggu seorang anak di arena bermain karena anak tersebut tidak terlalu pandai dan agak pemalu. Teman-teman John itu kemudian mengolok John juga karena ia tidak mau ikut mengganggui anak itu. John malah mulai membela anak itu karena ia anggap perbuatan teman-temannya itu tidak benar. Walaupun ia tahu teman-temannya mungkin tidak mau berteman dengannya lagi, John tetap memutuskan untuk melakukan apa yang ia anggap benar.

Jadi, bagaimana Jane dan John menunjukkan kecerdasannya memahami diri sendiri? Jane menyadari kekuatannya (sepak bola dan suara yang indah), kelemahannya (ketakutannya tampil di depan banyak orang), dan sasarannya (hasrat untuk meningkatkan permainan sepak bolanya). Ia menolak tekanan pihak luar untuk melakukan apa yang dirasanya tidak pas untuknya. John membela apa yang ia yakini meskipun itu membuatnya dijauhi teman-temannya.

Bisa dikatakan, Kecerdasan Memahami Diri Sendiri adalah persoalan pengenalan diri. Percaya atau tidak…, mengenal diri sendiri itu lebih penting dari kecerdasan apapun? Kenyataannya memang demikian, cerdas memahami diri sendiri adalah kunci. Kalau kamu mengenal siapa dirimu dan masa depan seperti apa yang kamu inginkan, kamu akan lebih dapat melaksanakan hal-hal yang telah kamu tetapkan. Satu lagi, kalau kamu cerdas memahami diri sendiri, kamu akan lebih mudah membangun intelijensi-intelijensimu yang lain.

Apakah manfaat Kecerdasan Memahami Diri Sendiri untukmu?

  • Kamu bisa menggunakannya untuk belajar dari kesalahan atau dari suksesmu di masa lalu, sehingga kamu bisa memanfaatkan intelijensimu yang lainnya dengan sebaik-baiknya.
  • Kamu bisa menetapkan sasaran-sasaran masa depanmu.
  • Kamu bisa memahami perasaan-perasaanmu dan mengekspresikannya dengan cara-cara yang sehat.

Next…